Halaman inilah yang sejak beberapa lama paling duluan dibaca di rumahku setiap Jumat pagi. Kadang teman atau saudara yang tak berlangganan koran pun bertanya via SMS atau telepon, "Minggu ini di Giant ada diskon apa aja?" :D
Ada di sebuah modiste alias rumah jahit. Alasan mereka yang minta dijahitkan pakaian antara lain karena ukuran atau postur tubuh yang unik, atau tidak rela pakaiannya disamai orang lain :)
Siapa tak kenal batik? Sekarang batik kian digemari untuk pakaian sehari-hari, tentu selain daster dan sarung. Tas batik juga makin digandrungi dan menjadi rebutan para wanita berduit di lapak daring. Selain biasanya hanya diproduksi sebuah dari sehelai kain, sehingga eksklusif, pemahaman akan batik dan perilaku apresiatif menunjukkan bahwa pemiliknya orang yang berbudaya. Eh, mungkin lho :D
Tubuh manekin ini tak berkepala. Mungkin lebih baik begitu, sebab tidak semua manekin berwajah nyaman dilihat. Kadang kalau terlalu mirip manusia malah bikin kaget.
Iya, katanya bikin kue atau roti bisa jadi terapi galau yang baik lho :D Kalau sedang galau, kalian bikin apa? :)
Inginnya sih begitu, supaya tidak besar pasak daripada tiang. Juga supaya lebih menghargai sesuatu karena didapatkan lewat proses yang tidak instan.
Entah apa maksudnya, aku juga bingung. Mungkin kedai ini diberi nama unik supaya orang penasaran lalu mampir. Buatku kurang "manggil-manggil".
Sering juga disebut mi gleser, dibuat dari mi kuning bening yang disiram bumbu kacang cair, dengan rasa kencur yang tajam. Sangat pedas tapi enak bagi yang suka. Disebut gleser, karena mi ini sangat licin bila ditelan, mirip soun, sehingga "ngegleser" atau meluncur. Mi gleser (atau glosor) dijadikan makanan khas buka puasa bagi sebagian "urang Bogor".